Note

Traveling & Eksplorasi Alam di Kota Batu

Kota Batu sebenarnya masih bagian dari malang, tapi karena popularitasnya tidak kalah dibanding kota Malang jadi seolah ini 2 kota yang terpisahkan.

Omong-omong soal Kota Batu, merupakan kota yang sangat kaya dengan potensi pariwisata. Di kota ini ada banyak jenisnya, ada wisata alam, wisata sejarah, wisata perkebunan, kuliner dan lainnya

Jadi kalo ngomongin kota kecil yang paling menarik dikunjungi maka salah satunya adalah Batu.

Dalam peta traveling ini saya sejak awal menentukan Batu adalah tujuan pertama yang akan saya singgahi. Beberapa tempat wisata alam populer di sini sudah saya list.

Tapi naasnya karena saya datang saat cuaca kurang tepat, jadinya cuma 2 tempat yang terlaksana, dan berakhir lebih banyak di hotel atau berburu kuliner khas Batu/ Malang.

Mencari Hotel

Sebagai traveler mencari akomodasi yang tepat juga perlu, apalagi jika kita mengeksplore suatu daerah beberapa hari. Tapi sebagai cowok jomblo acuan akomodasi saya bukan mewah tentunya, tapi murah dan nyaman.

Saya lebih suka searching online menggunakan aplikasi populer di apps store, seperti Traveloka, Agoda dan booking.com. Satu nama hotel yang menarik bernama Red Door, hotel ini punya banyak cabangnya terutama di seluruh pulau Jawa. Dan harganya juga terjangkau dengan fasilitas yang emmm… Oke banget buat traveler fakir kayak saya hehe…

Kamar Red Door, bisa muat 2 orang Jomblo

Jam 2 dini hari kami berdua (di part sebelumnya sudah saya sebut, perjalanan ini berdua) tiba dihotel dan segera istirahat.

Eksplorasi

Esok paginya saya belum bisa beranjak kemana pun karena hujan mengguyur “The Apple city”, baru siangnya bisa menikmati ramainya alun-alun kota Batu.

Alun-alun kota Batu

Lalu dilanjutkan dengan menyusuri kebun-kebun apel menuju Coban Talun.

Keindahan air terjun Coban Talun tak bisa memuaskan kami hiks… Karena airnya coklat berlumpur akibat hujan deras, dan medan yang kami lalui juga cukup berat karena ternyata akses ke Waterfall ini harus turun tangga 1 KM-an, capek.

Coban Talun dengan guyuran air lumpur

Kami kembali ke hotel dengan membawa beberapa buah apel yang dibeli dipinggir jalan, lumayan untuk energi eksplorasi berikutnya.

Hari berikutnya kami lebih suka menikmati dinginnya kota Batu dengan kuliner-kulinernya, misalkan Ketan Legenda dan Bakso Arif.

Ketan Legenda
Bakso Arif

Kira-kira itu saja yang terjadi, banyak spot yang harus di cencel karena hujan deras kerap mengguyur kota dingin ini. Selanjutnya di part 3 kisah saya di kota Malang, insyaallah.

Membaca dan menulis adalah kunci majunya sebuah peradaban dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: