Note,  Tips

Resep Pupuk/ POC Organik Pelebat Buah

Bergabung dengan komunitas itu banyak manfaatnya, satu hal yang pasti adalah munculnya ide dan ilmu baru. Karena komunitas itu kekuatan kolektif, jadi membuat progres perkembangan kita melesat cepat.

Hobi baru berkebun, membuat saya asyik mendalami ilmu tanam organik, jadinya saya juga suka berselancar di internet mencuri pengalaman dari pada petani senior, terutama di grup facebook. Salah satu grup yang gencar berbagi pengalaman dan ilmu bernama “Tani Organi Alami” disitu banyak banget para senior buka-bukaan tentang resep organik yang sudah diterapkan di proyek/ kebun mereka.

Banyak ilmu tentang pembuatan POC (pupuk organik cair), MOL (micro organisme lokal) pestisida alami, ZPT (zat pengatur tumbuh) dan lainnya. Juga edukasi tentang bahayanya terus bergantung pada pupuk kimiawi bagi tanah.

Nah salah satu yang paling hits sekarang dikomunitas petani organik adalah resep POC pelebat buah, banyak sekali yang membuktikan keberhasilannya, paling penting resep ini murah & mudah dijangkau bagi siapapun. Are you Ready?

Resep POC organik pelebat Buah

Bahan-bahan dan cara mereamunya:

  • Terlur 2 butir, Pocari sweat ukuran sedang (500 ml), Micin (apapun mereknya), 1 botol Yakult, Wadah.
  • Caranya: Masukkan bahan-bahannya ke wadah, kuningnya telur, 1 botol pocari sweat, 2 sendok makan micin dan yakult.
  • Aduk rata, lalu masukkan kedalam toples dan fermentasi selama 1 minggu.

Aturan Pakai

Selama fermentasi, jangan lupa sesekali tutup botol/ toples dibuka supaya gas terbuang (takutnya meledak). Seusai masa fermentasi gunakan dosis berikut:

1 sendok makan = 1 liter air jika digunakan pakai spray
2 sendok makan jika disiramkan ke media tanah.

Gunakan resep diatas 2-3 hari sekali pada pagi hari, jika di spray usahakan merata pada daun atas dan permukaan bawah.

Buktikan hasilnya setelah 2-4 minggu pada tanaman yang umumnya cepat berbuah seperti cabai, tomat, jambu mangga dan sebagainya.

Credit fitur gambar: HG Fotografie

Membaca dan menulis adalah kunci majunya sebuah peradaban dunia

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: