Note

Asyiknya Bertani, Berteman Dengan Alam

Agustus lalu saya pulang kampung setelah 4 tahun menuntut ilmu agama di pulau Jawa, tepatnya di Solo Jawa Tengah.

Dan sejak itu saya punya kesibukan baru & hobi baru, bertani. Pertanian memang bukan pekerjaan populer dikalangan anak muda zaman sekarang, terlebih lagi ketika industri kreaktif dan internet menjadi gaya anak milenial seumuran saya.

Bertani dianggap simbol ketidak berkembangan, setidaknya itulah mindset yang berkembangan di kalangan anak muda kini, sehingga generasi ini cenderung alergi bertani, padahal di industri pertanian banyak perkembangan. Misal Hidroponik, Aquaponik dan sebagainya, sebuah sistem yang mengimbangi modernitas milenial.

Contoh berkebung Hidroponik ala milenial

Alhamdulillah terlahir sebagai anak petani, saya memiliki kedekatan dengan tanaman, menanam merawat & membesarkan mereka adalah kebahagian hakiki, itu tidak bisa dipalsukan.

Pulang ke kampung halaman membuat saya sibuk dengan alam, hobi menanam buah, bunga dan sayuran. Apa yang paling terasa adalah ketika bersatu dengan mereka kadang sampai lupa waktu, tak mengenal panas terik dan hujan.

Akhirnya saya beli beberapa jenis buah di daring melalui Shopee dan grup-grup tabulampot (tanaman buah dalam pot) di Facebook sekitar bulan September-Oktober, ada Durian (Musangking – Duri hitam – Pelangi) Cherry, Anggur Redprince, Anggur Brazil, Apel Putsa, Jambu Air (Kingkong, King Rose, Back Diamond, Dalhari) Jeruk (Madu dan Lemon Kalifornia), Sirsak Madu, Nanas Madu, Kenitu dan beberapa lagi yang tak tersebut).

Kini tanaman-tanaman itu sudah ada yang mulai berbakti, ada juga yang perlu proses lama. Namun pastinya melihat mereka tumbuh sehat bisa bikin saya bahagia.

Bunga Kenikir dibelang rumah

Saya juga mulai belajar bertani secara organik dari youtube, metode ini kendati terlihat simpel contoh menanam dengan tanah dan pupuk organik, tapi rumitnya ketika tanaman terjangkit penyakit, obat-obatan non kimia tak punya efek langsung, harus bertahap, sedang yang terserang kronis sering tak terselamatkan hiks…

Pokoknya dari hobi satu ini banyak sekali pengalamannya, di postingan lain saya akan berbagi suka dan dukanya, terima kasih sudah membaca sobat, bagikan cerita kamu tentang dunia perkebunan di kolom komentar ya 😀 😀 😀 .

Membaca dan menulis adalah kunci majunya sebuah peradaban dunia

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: