Berwisata Ke Pacitan: Goa Gong

Hmm… lama tak menulis lagi, sebenarnya nggak ada alasan sih, sibuk nggak cuma mau nulis itu godaannya banyak. Tapi al-hamdulillah kali ini akhirnya punya kesempatan.

Postingan ini cuma celotehan saya waktu liburan tahun baru kemarin, bukan maksud merayakan tapi memang itu hari libur yang cocok buat happy-happyan, apalagi saya sudah kangen sama suasana camping di Pantai Watu kodok, Gunung Kidul, Jojga. Tapi bener lho, nggak kerasa ini udah setahun lewat, kemarin ada temen ngajakin nostalgia dipantai waktu malam tahun baru dan pantai adalah tempat yang paling sempurna buat tempat camping dan menikmati cahaya petasan ditengah malam.

Liburan kali ini saya cuma bersama seorang kawan, karena tanpa rencana matang, bahkan camping kita nggak bawa tenda, kompor dan alat-alat penunjang buat bermalam di pantai. Modal nekat dan bismillah hehehe… ‘Alakullihal tujuan saya adalah bermalam di Pantai Pacitan.

Pacitan dikenal memiliki banyak wisata bahari, pantai eksotis nan ekstrim dengan ombak-ombak yang mematikan (banyak korban ombak ekstrim pantai Pacitan) dan wisata goa, 11-12 lah sama Gunung Kidul Jogjakarta.

Kami start dari Karang Anyar melintasi Gunung Lawu – Magetan – Wonogiri – Pacitan dengan modal Google Map, maklumilah kami pemuda jaman now yang buta arah dan miskin pengetahuan geografi. Lucunya, saya kira start lewat Magetan itu lebih dekat dibanding melalui Solo – Pacitan, Eh tak taunya justru perjalanan makin panjang, kira-kira 5 jam kami berdua baru sampai ke lokasi pertama, Goa Gong.

Wisata Goa Gong Pacitan

Walau agak penasaran, awalnya tidak terlalu tertarik mampir ke Goa ini, tapi mubadzir toh satu arah dengan pantai-pantai yang akan kami sambangi, apa salahnya. Tiket dan biaya parkir kalo nggak salah habis 30 ribuan.

Lampu warna-warni menjadikan suasana Goa Gong menjadi lebih menarik

Goa Gong adalah goa yang sangat populer di Indonesia, malah juga dijuluki sebagai salah satu Goa yang terbesar sejagat Asia Tenggara. Saya kira kayak Goa-goa umumnya gitu, ternyata begitu saya memasuki keindahan Goa ciptaan Tuhan ini diluar ekpektasi, serius indah bangeet, layaknya kemegahan prasati istana, pantas saja pengunjungnya selalu datang berjibun.

Di gang sempit banyak orang berebut foto di spot Goa Gong

Didepan pintu masuk ada beberapa penawar jasa senter (goa memiliki cahaya yang minim) dan [enjaja kipas (banyak pengunjung berdesakan udara jadi pengap). Kami berdua menyusuri dasar goa melalui anak tangga selebar 1 meter yang hanya diterangi lampu warna-warni.

Sayang walau begitu karena terlalu gelap, keindahan Goa Gong tak bisa kita nikmati dengan sempurna. kemudia saya coba abadikan dengan kamera Samsung Galaxy S7 hasilnya juga tak memuaskan. Ok, hampir 1 jam kami menikmati prasasti alam ini, kami putuskan untuk cabut.

Ulasan

Ada hal yang menarik saat kami keluar Goa, saya baru sadar rupanya tata letak wisata ini sudah dirancang strategis:

Pertama: Menuju Goa pengunjung harus melewati jalan yang lumayan panjang walau sebenarnya bisa dibuat lebih dekat, melewati jembatan diatas lembah, suasana cantik, cocok juga buat update foto di Instagram. Tujuan jalan panjang ini agar pengunjung selain menikmati keindahan Goa, juga menikmati keindahan alam pedasaan dengan sensasi yang berbeda, sehingga ada jeda waktu mencegah desakan di dalam Goa.

Jembatan ini menjadikan suasana lebih eksotis

Pintu masuk goa

Kedua: ketika keluar Goa, pengunjung diarahkan ke jalan yang berbeda, dituntung melewati pasar oleh-oleh seperti kerajinan tangan, Kaos, makanan khas lokal dan lainnya… Pasar wisata ini juga dibuat memanjang, sehingga pengunjung harus melewati semua kios, ide sangat menarik!

Ketiga: baru kemudian kita kearea parkir, dan disini tak ada mobil yang diperbolehkan, banyak motor saja. Untuk mobil harus parkir cukup jauh dari lokasi, dilanjutkan dengan jalan atau naik ojek yang diberdayakan dari masyarakat lokal.

Terus menurut admin, apakah wisata Gong rekomended buat dikunjungi? Jawaban: Iya, asal bukan jadi satu – satunya tujuan, paling tidak mampirlah kesalah satu pantai Pacitan, Srau agar liburan kita benar-benar klimaks.

Oh nggak kerasa panjang juga tulisannya, itu dulu celoteh saya tentang wisata Pacitan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: