Berwisata Ke Pacitan Bagian 2: Pantai Buyutan dan Klayar

Tulisan ini adalah tersusan dari postingan sebelumnya “Berwisata Ke Pacitan: Goa Gong, Pantai Buyutan, Pantai Srau dan Pantai Klayar” yang awalnya mau saya tulis dalam 1 halaman, tapi nyatanya baru cerita Goa Gong isinya sudah panjang, jika diteruskan bakal boring ga nyaman dibaca. Al hasil saya bagi 2 bagian.

Perjalanan dari Goa Gong berakhir tanpa membawa kenangan apa-apa selain foto, beberapa kerajinan tangan dan kaos distro sebenarnya menggoda, namun demi menahan bugdet perjalanan ini harus hemat dan beli seperlunya aja.

Pantai Buyutan

Destinasi pantai Butuyan jadi pantai pertama yang saya kunjungi di Pacitan, karena nilai kepuasan di google Map lebih tinggi walau pantai Klayar sebenarnya lebih populer. Jarak pantai Buyutan dari goa Goang cukup dekat, kira-kira cuma 30 menitanlah atau malah kurang.

Pemandangan indah di pantai Buyutan

Hal yang menarik 100 meter sebelum kita kelokasi, kita akan melewati dulu puluhan hektar sawah hijau (jika belum panen), jadi viewnya dari jauh benar-benar cantik lho. Pengguna instagram sejati pasti nggak akan lupa berhenti dulu untuk beberapa jepretan foto.

Ternyata lokasi pantai Buyutan ini lokasinya dibawah sekitar 10 meter, kita perlu turunan tajam, tapi tetap aman karena jalan sudah dibangun dengan cantik oleh pemerintah setempat. selain itu juga di pantai akan kita jumpai beberapa bangunan bantuan pemerintah meski masih agak sepi tapi terlihat rapi dan terkelola.

Pantai ini sangat cocok untuk berlibur, bersantai hingga camping dan mabit namun kurang cocok untuk berenang ria ditepian pantai, sebab ombak yang ekstrime apalagi sore sampai malam.

Senja di Buyutan sangat eksotis

Pantai Klayar

Setelah agak puas di Buyutan, kami berdua cari pantai lain yang bisa buat bermalam, Pantai Buyutan sebenarnya cocok buat bermalam ria, sayangnya kami tidak bawa tenda atau perlengkapan lain untuk bermalam dipinggiran pantai. Juga sore itu terlihat pengunjungnya kelihatannya kurang ramai, sementara kami ingin melihat banyak orang di malam tahun baru ini, akhirnya coba pindah tempat ke Klayar.

Pantai klayar adalah pantai yang paling populer jika dibanding pantai lain, tentu pengunjungnya lebih melimpah.  Harga tiket masuk ke Klayar Rp. 10.000 per kepala, mengingat banyaknya investasi pemerintah demi improvisasi pantai ini saya cukup maklumlah, namun begitu kami disana, keindahannya tak sesuai ekspektasi kami.

Pantai ini sudah tak sealami dulu, terlalu banyak kios-kios jualan beberapa ruas jalan ditimbuni tanah, suasana dipantai ini tak memperlihatkan ketenangan malah mirip pasar. Padahal dari beberapa review baik di blog maupun video youtube pantai Klayar memancarkan keindahan luar biasa, bisa jadi karena kami datang bukan di musim kemarau ya, beberapa tempat yang diunggulkan misal, seruling karang karena ombak begitu besar tempat itu tak bisa diakses alias masuk zona merah, dengar-dengar sudah banyak korban jiwa dibukit karang itu karena jatuh tersapu ombak.

Malam tahun baru saya habiskan buat tidur, perjalanan Karang Anyar- Pacitan benar-benar melelahkan, dentuman kembang api pada jam 12 malam tak lagi menarik ditambah keindahan Klayar yang tak sempurna juga menghancurkan mood.

Pagi hari baru saya abadikan cuma beberapa jepretan saja karena tak banyak yang bisa di eksplore:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: