Review Film MUNAFIK: Biar Horror Tetap Syar’i

Ada banyak film horror yang pernah saya tonton, baik produksi lokal maupun mancanegara. Dan kualitas seramnya juga beda-beda. Tapi ada 1 kesimpulan yang bisa saya katakan; sangat jarang dijumpai film horror yang nyar’i. Yah, rata-rata horornya bernuansa seram {namanya juga horror bos} yang diliputi adegan panas dan seram yang bernuansa kesyirikan, misalkan: perdukunan. Film horror memang sangat kental dengan perdukunan atau katakanlah misal film barat yang jadi juru setannya jika bukan paranormal ya pendeta, kedua-duanya nggak ada yang nyar’i.

Nah, diantara sekian banyak film, ada satu film yang sangat menarik menurut saya, “MUNAFIK” ya… walaupun rating di IMDB ini film hanya punya rate 6.8 bukan berarti ini filmnya membosankan. Munafik adalah film besutan negeri jiran, meski ada perbedaan Bahasa, kita sebagai bangsa Indonesia tak terlalu sulitlah memahami tata-bahasa yang mereka gunakan.

Kenapa Nyar’i.

Ada beberapa alasan kenapa film horror ini menarik dan menjadi kategori horror syar’i:

  1. Film ini seram, bukan saja adegan mengagetkan penonton yang jadi keunggulannya, tapi ini memang benar-benar seram.
  2. Tidak mengandung MSG atau nikotin, eh ngelantur. Film ini meski ada unsur syiriknya tapi kesyirikian dalam alur cerita ini diposisikan sebagai antagonis.
  3. Pendidikan yang syar’i menghadapi setan yang merasuki manusia dengan ruqyah yang syar’i menggunakan ayat-ayat yang disepakati ulama. Biar horror tetap syar’i
  4. Tidak ada dukun putih sini, maksudnya dukun putih adalah bertampang ustadz tapi menghadapi setan tidak jauh beda dengan dukun.
  5. Ada banyak pesan disampaikan dalam film horror ini, salah satunya adalah jika kamu menghadapi setan/ iblis jangan sampai rasa was-was menghinggapimu.
  6. Kisahnya sangat menarik dan endingnya sulit untuk bisa kamu tebak.

Sinopsis:

Adam adalah seorang ustadz sepesialis menghadapi orang yang kerasukan (peruqyah) menggunakan cara islam, sikapnya yang tawadhu’ atas kemampuannya membuat dia disukai semua yang mengenalnya, terutama penduduk desa disekitarnya.

Kebahagiaan yang dirasakan adam, istri dan anaknya tidak berlangsung lama karena kemudian dia mengalami kecelakan yang mengerikan. Akibat kecelakaan itu istrinya meninggal ditempat kejadian tanpa sempat mendapat pertolongan. Dengan kematian istrinya, Zulaikha membuat Adam putus asa dan kehilangan semangatnya meneruskan tanggung jawab sebagai ustadz bagi orang-orang desa.

Seakan-akan Adam tidak menerima Qadha’ & Qadar Allah. Keimanannya mulai rapuh, goyah dan tak sekuat sebelumnya. Adam mulai murung, mengasingkan diri dari jamaah masjid dan lebih senang ibadah dirumah bersama anaknya Amir.

Disaat yang sama, Maria, salah satu penduduk desa. mengalami gangguan jin/setan yang parah hingga di diagnosis dokter mengalami penyakit mental atau depresi (tekanan psikologi yang akut).

Maria yang hidup serba mewah, tapi kemewahan tersebut tak membawa arti baginya, bahkan makin hari, gangguan yang dialaminya semakin menggila karena hanya tergantung obat penenang yang khasiatnya sementara. Ayahnya juga sakit dan dijaga ibu tirinya, Zati. Zati meminta bantuan imam desa untuk membujuk Adam mengobati Maria ketika anak tirinya kerasukan setan, dan rumah mereka semakin banyak gangguan serta penampakan setan.

Sementara itu, Adam semakin tertekan karena anaknya juga bersedih merindui arwah ibunya. Walau dalam keadaan tertekan, Adam terpaksa menerima permintaan untuk mengobati Maria setelah dibujuk Imam desa dan ayahnya Rahim.

Begitu Adam bertemu Maria, misteri ini akan mulai terungkap, peristiwa demi peristima telah mulai menyadarkan Adam, dia singkap satu persatu misterinya tentang apa yang terjadi pada dirinya ada tetang gangguan yang menimpa Maria dan kisah yang mambuat dia dan Maria saling terkait dalam sebuah kejadia mesteri yang belum mampu dia ungkapkan.

Ada yang terjadi dalam kehidupun kedua insan tersebut? Silahkan tonton film ini ya…

Jangan lupa baca juga review film baru Syamsul Yusuf yang tak kalah keren >>> “Desolasi

sumber synopsis: http://www.myinfotaip.com/2016/01/filem-munafik-2016.html

34 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: