Puisi: Para Embun

Sahabat

Ketika mentari belum menyeringai di ufuk

timur.

Sejenak rintik embun dari bilik lazuardi,

Hendak mengusap hatimu;

Lembutnya ingin mengingatkan,

Pada kuasa Yang Maha Esa

Embun sahabat kita, menyapamu tiap fajar

Membelaimu atas luka dari;

Kejahatan manusia, melukaimu

Embun tak lelah, meski kau

Tak bersenyum menyapanya, karena

Bagi embun, lembut adalah jiwa

Sejati abadi nuraninya

Manusia, apalah kita tak menyadari,

tiap sepertiga malam; para embun

telah mengunjungimu, menunggu lama

akan hadir membelai cucu adam ini.

Sekalipun tak satupun janji keduanya

tapi kau enggan menyambut, bahkan egomu menuntut

pada perlamunan mimpi, ia

tetap ada di sisi istanamu.

Maukah engkau menjadi teman

Embun,

Embun pun tak peduli, engkau

Berkehendak atau tidak, ia akan hadir

Sepanjang kehidupan hayatmu,

Dan sudah menanti di ujung fajar tadi.

Bersama para malaikat dan Rabbnya.

SENIN, 23 JANUARI 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: